Prof Tubagus Bahrudin Tunjuk Hans Piter Sumel Jadi Anggota Kehormatan NPI Papua

Prof Tubagus Bahrudin Tunjuk Hans Piter Sumel Jadi Anggota Kehormatan NPI Papua

Jakarta – Presiden Eksekutif Pengurus Besar Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Tubagus Bahrudin, secara resmi menunjuk Hans Piter Sumel sebagai Anggota Kehormatan Nusantara Pengusaha Indonesia Provinsi Papua.
Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, kontribusi, serta komitmen Hans Piter Sumel dalam mendukung pengembangan dunia usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Papua.

Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M. menyampaikan bahwa kehadiran tokoh-tokoh yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap kemajuan ekonomi daerah sangat penting untuk memperkuat peran Nusantara Pengusaha Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan.

“Kami berharap dengan bergabungnya Hans Piter Sumel sebagai anggota kehormatan, dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan jaringan pengusaha, peningkatan investasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua,” ujar Tubagus Bahrudin dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, Papua memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, perikanan, pertanian hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang perlu terus didorong agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Hans Piter Sumel menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Besar Nusantara Pengusaha Indonesia. Ia menegaskan komitmennya untuk turut berkontribusi dalam membangun iklim usaha yang sehat dan produktif di Papua.
“Saya siap mendukung program-program Nusantara Pengusaha Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” katanya.

Dengan penunjukan ini, Nusantara Pengusaha Indonesia berharap dapat memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di Tanah Papua.
**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *