Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Yayasan Pengusaha Perhotelan dan Kuliner Indonesia (YPPKI), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, SE., MM., menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana pondok pesantren di bawah naungan Yayasan Amanat Rakyat Indonesia.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Amanat Rakyat Indonesia, H. Mardi Diryanto, dalam sebuah acara penyerahan yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan.
Prof. Tubagus Bahrudin mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian YPPKI terhadap kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus terus didukung oleh semua pihak,” ujar Prof. Tubagus dalam keterangannya.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing. Karena itu, dukungan terhadap pengembangan sarana pendidikan menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amanat Rakyat Indonesia, H. Mardi Diryanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan YPPKI.Ia menilai dukungan tersebut akan sangat membantu percepatan pembangunan dan peningkatan fasilitas pondok pesantren yang dikelola yayasannya.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Prof. Tubagus Bahrudin beserta jajaran YPPKI atas kepercayaan dan kepeduliannya. Bantuan ini akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana pesantren agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada para santri,” kata Mardi.
Dengan adanya bantuan senilai Rp 1,5 miliar tersebut, Yayasan Amanat Rakyat Indonesia berharap pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan dan penunjang kegiatan santri dapat berjalan lebih optimal demi meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di masa mendatang.












