JWI, JAKARTA — Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) genap berusia 33 tahun pada Kamis (3/9/2026). Mengusung tema “KMHDI untuk Indonesia”, organisasi mahasiswa Hindu ini menegaskan komitmennya untuk tidak berperilaku apatis dan terus berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.
Puncak peringatan HUT ke-33 KMHDI dirangkaikan dengan peresmian Gedung Creative Space KMHDI. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Ketua Umum KMHDI, Wayan Ardi Adnyana, menegaskan bahwa kader KMHDI merupakan bagian integral dari Indonesia yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan negara.
“Hari ini merupakan peringatan 33 tahun KMHDI. Kita mengangkat tema ‘KMHDI untuk Indonesia’. Artinya, kader-kader KMHDI tidak boleh apatis dalam membangun negara. Semua harus berkontribusi untuk Indonesia,” ujar Wayan di lokasi peresmian.
Hasil Gotong Royong Alumni
Wayan menjelaskan, Gedung Creative Space KMHDI ini berdiri atas landasan semangat gotong royong yang kuat. Pembangunan gedung memakan waktu selama satu tahun dan mendapatkan dukungan murni dari para alumni KMHDI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, fasilitas baru ini disiapkan sebagai pusat penggemblengan karakter dan kepemimpinan mahasiswa Hindu.
”Semoga KMHDI dapat terus menjadi wadah pemersatu mahasiswa Hindu di Indonesia dan menjadi kawah candradimuka. Tempat kader-kader KMHDI ditempa dan dilatih untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” tutur Wayan.
Berbagai agenda strategis telah disiapkan untuk mengisi aktivitas di gedung baru tersebut, di antaranya forum diskusi kebangsaan serta beragam program yang berfokus pada pengabdian masyarakat.
Pesan Menpora Erick Thohir
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyampaikan pesan mendalam kepada jajaran pengurus dan anggota KMHDI. Sebagai salah satu bagian dari kelompok Cipayung, KMHDI diharapkan mampu menjadi motor penggerak ide-ide konstruktif bagi kepemudaan nasional.
”Pesan Pak Menpora, KMHDI sebagai pemuda dan bagian dari kelompok Cipayung jangan tinggal diam atau sekadar meminta kepada Kemenpora. KMHDI diharapkan memberi kontribusi pikiran dan gagasan nyata untuk membangun kepemudaan, salah satunya melalui penajaman implementasi Undang-Undang Kepemudaan,” pungkas Wayan.






